Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Hasrat Menggebu

Alkisah asmara bermula Putra sang Bhatara ingin mencinta Merindu raga wanita bertuah Gadis jelita putri Mpu Purwa Segala cara kian dicipta Menjemput takdir yang terkisah Mempersunting kekasih tercinta Menjadikan permaisuri di singgasan raja Sang lawan pun dikorbankan Tunggul Ametung terhunus keris kematian Memeluk hasrat wanita idaman Demi mencapai kesempurnaan Penyatuan jiwa antara dua insan Melahirkan raja pewaris kerajaan Menguasai musuh yang ditaklukkan Menunaikan tugas menjaga keselamatan Deena, Timika 31 Oktober 2017 #writerandauthor #infinitylovink #tugassyair #sangputri

Tips Menangkal Malas Menulis di Blog

Hai para blogger! Sekarang sudah umum ya seseorang menulis di blog. Seperti saya contohnya, terbilang newbi di dunia per-blog-an. Dan biasanya bagi pemula, rasa malas menulis di blog itu kadang menghampiri. Ini saya banget, jangan ditiru ya. Padahal sebenarnya, blog itu ibaratnya rumah. Jika kita tidak mengisinya, maka rumah itu akan terlihat kosong dan menyeramkan hihi ... Kayak rumah hantu dong. Saya mempunyai beberapa tips supaya rajin menulis di blog dan menangkal rasa malas itu. Di antaranya : Manajemen waktu Buat jadwal teratur, kapan saja waktu untuk online. Jangan sampai karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kantor atau rumah tangga, jadi melupakan waktu untuk menulis. Tentukan Niche Tulisan sesuai minat Menulis sesuai dengan minat yang disukai, misal suka jalan dan berpetualang, maka buatlah tulisan tentang suatu tempat atau destinasi wisata. Dan jika mempunyai hobi membuat kue (baking), bisa juga menuliskan resep-resep cara membuat kue. Intinya tulis apapun yang d...
Gambar
Persahabatan Tanpa Pamrih di WNA Menulis adalah terapi jiwa. Menulis itu yoga nya jiwa. Yah, itulah semboyan yang selalu digembar-gemborkan di ILO (infinity lovink). Yaitu satu komunitas beranggotakan kumpulan emak-emak yang memiliki hobi sama, yaitu menulis. Entah itu penulis fiksi maupun artikel. Berawal dari sebuah challenge menulis yang diselenggarakan selama 30 hari, di sinilah akhirnya kami semua dipertemukan. Yang pada akhirnya, ada tahapan di mana pemenang 10 besar berhak masuk di grup khusus, yaitu writer and author group (WNA). Di grup inilah, kami serasa menemukan teman, sahabat sekaligus seperti saudara sendiri. Bagaimana tidak, di sana bukan saja ilmu yang didapat, tapi juga rasa persaudaraan yang tulus tanpa rasa pamrih. Saling berbagi ilmu, pengetahuan tentang kepenulisan, pengalaman hidup dari tiap member dan hal-hal bermanfaat yang lainnya. Ketika ada salah satu member yang mengalami kesusahan atau duka mendalam, maka yang lain ikut mendoakan. Tak peduli meski k...